DINAMIKA KEHIDUPAN PERANTAU SEORANG “FAIZAL KAMIL” BIN ZULKIFLI

IMG-20180327-WA0010 (2)
Faizal Kamil dalam Seminar di Mahkamah Agung Republik Indonesia
(Ditjen. Badilag – 2015)

 

Hidup dan kehidupan memiliki makna penting sebagai Khalifah di muka bumi ini, oleh karenanya untuk memiliki arti hidup yang hakiki seorang manusia segelintir umat Muhammad SAW. Selalu berusaha menghargai waktu, untuk menghargai waktu tersebut tidak ada batas kesempatan dan waktu yang terbuang. Faizal yang sejak kecil menyukai membaca dan beladiri silat tapaksuci, setelah menempuh berbagai pendidikan Formal dan Informal di samping mengajar di beberapa Perguruan Tinggi Swasta Program S.I, juga tetap istiqomah berkiprah di Perguruan Seni Beladiri Tapaksuci. 3 (tiga) M yaitu Membaca, Menulis dan Mempresentasikan telah melekat dalam jiwanya, Baik sebagai Hakim yang harus banyak membaca, sebagai Dosen yang harus pandai mempresentasikan sesuatu selalu Pendekar Madya Tapaksuci yang harus pula banyak membaca, menulis atau mempresentasikan.

 

Salah satu contoh Buku yang ditulis oleh Faizal Kamil

                Melalui jalan banyak berpetualang dalam perantauan, hal ini dipesankan betul oleh Ayah Faizal (H. Zulkifli Rachman) agar banyak yang dilihat, dirasa maupun dialami. Ibarat Pepatah seperti katak dibawah tempurung “Jangan sampai merasa hebat sendiri di Kampungnya”, yang dalam bahasa gaulnya adalah “Jagoan Kandang” giliran di daerah orang tidak ada prestasi atau karyanya. Dalam ajaran Islam, “Bukan orang yang Sukses adalah orang yang bermafaat bagi umat lainnya”.

Dimulai Remaja telah menjadi Atlit Tapaksuci, dan memiliki Presentasi.

                Kepercayaan diri yang ditempa sejak remaja sangat memiliki andil, terutama ketika menjadi juara 1 (satu) Kejuaraan Daerah Tapksuci di Yogyakarta Tahun 1982. Sehingga berbekal pegangan ini diperantauan Faizal Kamil sangat yakin kepercayaan diri itu tambah secara naluriah.

               Kiprah sebagai Hakim di persidangan dan event pelatihan selalu enerjik serta penuh semangat.

               Kemudian, setelah bertugas di Pengadilan Agama Cianjur. Ini artinya Faizal telah berkarir didunia Peradilan Agama selama 33 (tiga puluh tiga) tahun. Apabila usia diberkahi Allah Swt. 11 (sebelas) tahun yang akan datang baru putus Bhakti. Persiapan untuk menghadapi Pensiun dari dunia Peradilan telah menunggu mulai dari Perguruan Tinggi, Perguruan Seni Beladiri, Persyarikatan dls. Ini yang disebut Dinamika Kehidupan, “Dimana Bumi dipijak, disana pula Langit dijunjung”. Sehingga seorang Faizal Kamil meskipun banyak didaerah orang, namun perkembangan dirinya cepat untuk beradaptasi.

Foto Keluarga Faizal Kamil saat Liburan di Kalimantan Timur dan di Bangkok, Tailand.

                Figur Faizal kini yang telah dapat berkiprah sebagai Hakim, Dosen dan Pendekar itu tak lain ialah peran Isteri Dra. Ambar Eleawaty yang penuh inspirasi memberikan dorongan terhadap Faizal dan Anak – anaknya. Alhamdulillah Faizal telah dikaruniai 3 (tiga) orang anak, yaitu:

  1. ABDAUL IZZAAT, S.Si (Alumni Fakultas Biologi UGM) bekerja sebagai Peneliti di Laboraturium di Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.
  2. NIDA ADLINA, SH. (Alumni Fakultas Hukum Universitas Pancasila) Calon Advokat, Sepihal. 27 Maret 2018 masih memunggu Pelantikan di PT. Bandung.
  3. NOORIDA FAIZATI, masih pelajar kelas XII di SMA Negeri 8, Bercita – cita ingin menjadi Atase Luar Negeri atau Duta Besar.

Harapan kedepan sosok Faizal Kamil untuk menyongsong serta menyikapi birokrasi yang anti Nepotisme sangat bahagia dan bangga, karena anak – anaknya dapat berkiprah diluar dunia Peradilan, agar variatif dalam hidup dan kehidupan sangat lengkap dan komprekeusip. Serta tidak terkesan Bapaknya Hakim, wajar anak – anaknya bias masuk kerja di Peradilan. Ia kalau mampu atau lebih baik dari ayahnya, tetapi apabila tidak niatkan akan tidak mendapatkan keberkahan dari Allah Swt.

Abdaul Izzaat dan Nida Adlina saat di Wisuda.

Kebanggan dan Kebahagian seorang manusia apabila hidupnya bermanfaat bagi umat lainnya, dan rezeki itu bukan hanya dibirolrasi melalui jabatan. Namun sahabat, suasana rumah tangga, tempat bekerja, anak – anak yang baik justru itu melebihi rezeki dari Allah Swt.

Oleh karena itu Faizal Kamil selalu memiliki motto hidup Berusaha, Bekerja dan Berdo’a, Supaya tujuan akhir hidup melalui kerja cerdas, ikhlas, tuntas, berkualitas dapat memberikan kebahagiaan Dunia dan Akhirat…… Amiiinn! (Semoga!!!)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s